Pages

Selasa, 26 April 2011

Teknologi dan kemalasan

Dalam sebuah film animasi futurustik diceritakan tentang suatu bangsa berperadaban tinggi yang menghuni planet di jajaran tata surya. Bangsa itu memiliki kecanggihan teknologi. Fungsi produktif manusia digantikan oleh robot dan mesin. Warga penghuni planet tersebut digambarkan mengalami obersitas karena mereka nyaris tidak melakukan apa-apa. Semuanya dikerjakan oleh mesih dan robot.

Cerita futurustik ini menggambarkan kehidupan di bumi ini beberapa puluh tahun kemudian. Era mesin dan robot itu sebenarnya sudah dimulai. Tidak ada sendi kehidupan manusia hari ini yang tak bersentuhan dengan teknologi. Awam teknologi berarti aib. Teknologi kini sudah menggantikan sebagian kehidupan manusia.

Tidak ada yang tidak tergantung dengan teknologi. Kalau tidak ada teknologi, manusia merasakan kehancuran kehidupannya. Contoh sederhana saja, ketika listrik mati, maka sebagian besar aktivitas manusia akan berhenti.
Teknologi membuat kehidupan menjadi praktis. Namun, implikasi dari kepraktisan itu kemudian menciptakan masyarakat yang malas. Sadar tidak sadar, manusia hari ini sudah dipermalas oleh teknologi.

Seperti mahasiswa yang disuruh untuk membuat artikel sebagai tugas mata kuliah menulis kreatif. Tak sulit bagi mahasiswa hari ini untuk membuat artikel. Cukup mengetik kata kunci di layar komputer. Terhubung dengan internet, maka Om Google akan menjawab semua kebutuhan mahasiswa dalam waktu singkat. Jadilah tugas menulis kreatif mahasiswa itu dalam tumpukan artikel yang diunduh dari internet.

Ibu rumah tangga hari ini punya kebiasaan buruk, enggan bergosip ke rumah tetangganya. Mereka suka menghabiskan waktu berlama-lama dengan BB-nya, ber-online ria dengan situs jejaring sosial. Dan ibu-ibu rumah tangga hari ini tidak perlu mengetahui peristiwa yang terjadi di sekitar tetangganya.

Orang tidak perlu berjumpa secara nyata, katena semuanya bisa diberikan oleh dunia maya. Orang tak perlu berjalan menghidupkan perkakas-perkakas, karena semuanya bisa dilakukan seketika dengan remote control. Tak perlu lagi bersusah-susah ke pasar untuk berbelanja, tinggal klik saja di internet. Tak perlu berkeringat mencuci pakaian, tinggal tekan tombol di mesin cuci saja. Katanya, semua kecanggihan itu memudahkan hidup, namun sekaligus juga memalaskan.

Banyak orang yang tidak perlu menggerakkan badannya, karena semua digantikan oleh mesin. Namun, pada kesempatan yang lain, mereka benar-benar lupa bagaimana menggerakkan badannya. Semakin modern dunia, semakin banyak orang yang mendadak meninggalkan dunia ini. Penyakit-penyakit kronis menjadi pembunuh nomor satu, itu karena banyak orang yang makin malas untuk bergerak.
Ternyata kehidupan ini berada di tengah alam. Karena itu, mereka yang hidup di alam harus hidup dengan cara-cara alam. Kalau tidak hidup dengan cara-cara alam, maka alam akan memberikan kematian kepada kehidupan itu sendiri.